Jumat, 10 Juli 2009

The Story of Miss Bella Fawzi


Berawal dari Buku Cergam Bilingual

Sejak kecil ibuku Marissa Haque rajin menjejali aku dan adikku – kami hanya berdua perempuan semua (Chikita Fawzi namanya) – dengan berbagai buku bilingual (dwi bahasa Indonesia-Inggris). Kebetulan disaat itu Ibu Icha (demikian nama panggilan kesayangan kami untuknya) sedang menyelesaikan pendidikan master pertamanya di Universitas Katolik Atmajaya Jaya dengan jurusan Psiko-linguistik dengan Kekhususan Bahasa Inggris untuk Pendidikan Anak-anak Cacat/Tuna-rungu. Disaat itu aku dan adikku sangat ingat bagaimana Ibu Icha menabung setiap sepluhan ribu honor main film-nya serta menjadi model foto majalah serta iklan yang kemudian menjadi sisa anggaran belanja dapur rumah kami agar dapat membeli multi-vitamin dan minyak ikan Scotts Emoltion serta buku cergam dua bahasa. Seingatku pula, yang paling sering dibawa pulang buku-buku terbitan Mizan Publisher, Bandung. Bahkan ada tokoh kartun seekor kucing kecil cerdas dan jenaka bernama Si Mio yang tak pernah kulupakan coretan buah karya Kak Andi Yudha sang ilustratornya.

Puisi Awal Temuan Bunda Neno Warisman
Setiap pertemuan dengan banyak teman-temannya ada yang selalu kuingat dari Ibu Icha adalah selalu bercerita membanggakan salah seorang kawan karibnya yang bernama Neno Warisman – seorang aktivis pendidikan dunia anak yang sekaligus penyanyi terkenal itu. Ibu Icha selalu menyatakan bahwa tanpa temuan Bunda Neno atas puisi karyaku didalam serbet kertas untuk tamu itu disalah satu tong sampah kering didapur listriknya, Ibu Icha tidak mungkin dapat mengetahui bakat keberbahasaanku. Bahkan Ibu Icha selalu mendoakan agar disuatu saat setelah dewasa kelak aku mampu actual dibidang Seni Sastra dan Bahasa termasuk dunia ajar-mengajar terkait dengan languages. Secara bercana Ayah Ikang dan Mama Uttie sering ‘mengolok’ sayang agar kelak aku dapat kesempatan memenangkan hadiah Nobel dibidang Sastra untuk Indonesia…

Kuliah di FIB-Universitas Indonesia
Menjadi mahasiswi di Universitas Indonesia adalah mimpi besarku saat duduk dibangku SMU Bhakti Mulia, Jakarta Selatan. Aku melihat Ayah Ikang Fawzi-ku tercinta sangat dibanggakan kedua orangtuanya disaat masih hidup karena sekeluarga besarnya sebagian besar alumni UI. Ayah Ikang sendiri adalah alumni FISIP-UI jurusan Administrasi Niaga, Uwak Ade Fawzi lulusan Fakultas Teknik Arsitektur-UI, dan Bi Didang adalah lulusan Fakultas Psikologi-UI, hanya Mama Uttie kakak tertua Ayah Ikang yang lulusan Akademi Sekretaris di Tokyo, Jepang disaat mereka tinggal di Negeri Sakura tersebut. Walau Mama Uttie Tangkau-Fawzi bukan lulusan UI, namun kemampuan Bahasa Jepang dan Perancis-nya luar biasa anggun serta lancar dimana sejak saat kecil aku selalu terpesona menyaksikannya. Ibu Icha menyatakannya sebagai eloquent begitu. Jadi bukan sekedar fluent semata. Tak ketinggalan tentunya faktor penentu dari Kakekku tercinta yang baru saja almarhum yang bernama Fawzi Abdulrani yang mantan Duta Besar Indonesia Berkuasa Penuh dizaman Presiden Soeharto. Dato’ Fawzi – demikian kami memanggilnya sayang – adalah inspirasiku pertama dan utama. Berbahasa dengan santun serta ‘berisi’ dengan gesture tubuh (semiotika) yang berkelas ditambah semantika yang advance menjadi tuntunan sampai aku lulus dari FIB-UI awal tahun ini. Walau Dato’ Fawzi telah tiada, namun spirit kemampuan diplomasi dan keberbahasaannya tertanam subur didalam diriku. Proses internalisasi kemampuan berbahasa tersebut aku rasakan sebagai sedikit kemewahan hidup titipan Allah didalam kehidupanku didunia ini. Terimakasih banyak Ya Allah…

Menjadi Ibu Guru PAUD
Atas jasa beberapa teman mantan finalis Abang-None Jaksel kemarin, aku mendapatkan kesempatan menjadi ibu guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau aku sering mengungkapkannya sebagai Early Child Education. Aku sangat menikmati peran pada target hidup anatarku ini. Memang menjadi Ibu Guru PAUD bukanlah target akhir hidupku nanti. Ada entry point lain yang ingin kujajaki, yaitu menjadi anchor atau pembawa acara ditelevisi. Karenanya sekarang ini aku sedang serius melakukan persiapan memasuki wilayah FISIP-UI dijurusan Komunikasi. Aku sangat ingin menjadi ahli komunikasi. Kata banyak orang kalau aku berbicara dalam Bahasa Inggris baik dan benar, termasuk juga Bahasa Mandarin-ku bahkan walau belum terlalu lancar sebenarnya.

Disaat mengajar menjadi Ibu Guru PAUD, kesabaranku benar-benar terasah. Awalnya aku agak bingung juga menghadapi alam pikir bawah sadar para batita tersebut (bawah tiga tahun). Mereka seakan memiliki dunia tersendiri yang mungkin kupikir sulit untuk ditembus. Namun semakin lama dengan bertambahnya jam terbangku mengajar, aku semakin enjoy dan teramat-sangat menikmati pekerjaan pada target antaraku ini. Rupanya kesenangan mengajar rakyat yang termarjinalkan semacam kelompok masyarakat diffable tunarungu dari Ibu Icha – bahkan saya sering mengikuti Ibu Icha saat Pilkada Banten kemarin dikampung Mbah Yuya-ku di Lebak dan Pandeglang, Banten mengajar masyarakat miskin yang memakan nasi aking dengan berdoa dalam Bahasa Indonesia-Arab-Inggris. Uniknya, dengan kesabaran tinggi para ‘murid’ Ibu Icha tersebut mampu menyerap apa yang diajarkannya walaupun santai kesannya sembari bercanda namun sebenarnya fokus dan serius.

Ibu Icha dan Ayah Ikang serta seluruh keluarga besar Fawzi dan Haque adalah sinar matahari pagiku… inspirasiku yang sangat luar biasa… selamanya… sampai hayat dikandung badan. Apa yang telah mereka wariskan padaku, hari ini aku wariskan ulang kepada para murid-murid kecil-ramai-menyenangkan ini. Kata Ibu Icha itulah bakti kita kepada ummat dan Indonesia. Terimaksih Ibu Icha… terimakasih Ayah Ikang… terimakasih Dato’ Fawzi Abdulrani yang selalu kucintai…

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiiiiim..., alhamdulillahirrabilalamiiin…





Sumber: http://isabellamuliawatifawzi.blogspot.com/

16 komentar:

  1. Aduh mbak,aq jd terharu bgt nih.Sampe netes nih air mata.Aq selalu ngikutin berita tentang Ibu Icha ma Ayah Ikang mulai nikah,punya anak sampe sekarang.Seneng bgt ngliat mbak Bella dah tumbuh dewasa seperti sekarang dan jd anak jaman sekarang bs jd kebanggaan Ayah-Ibu.Moga2 anakku bs kyk mbk...Amin

    BalasHapus
  2. Salam kenal dari ibunya Bella mbak Maharani.

    Insya Allah mbak akan lebih kok. Kami biasa-biasa saja kok mbak... Hanya mengalir dengan hatu nurani. Hanya itu...

    Salam kasih, Marissa Haque.

    http://positifmarissa.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum
    Namaku Dinni dan aku bekerja sebagai Guru SD di salah satu sekolah swasta di Kota Gresik...
    Mbak, aku suka sekali dengan dunia PAUD, semenjak penelitianku saat skripsi di jurusan informatika yang sedikit mengupas masalah pendidikan anak, aq jadi tambah ingin tau dan ingin tau...
    Tapi pernah ga terbesit bahwa kenapa di Indonesia anak-anak yang bisa mendapatkan pendidikan di usia Dini masih tergolong anak-anak yang High dalam perekonomian??dan masih di anggap tidak penting bagi masyarakat qta??padahal kita jangan sampai kehilangan "masa emas" anak-anak Indonesia..

    BalasHapus
  4. Setuju Ibu...anda mulia sekali. Salam kasih dari kami sekeluarga di Pelangi Bintaro, Tangerang Selatan.

    BalasHapus
  5. Info Airin Rachmi Diany:
    Selepas kami berhajat dalam urusan birahi bersama Chasan Sochib Penjahat Banten alias jawara Banten bersaudara, aku hendak pergi. Ratu Lilis Sochib dan Ratu Tatu ternyata langsung tidur karena kecapeka bercinta denganku. Kutarik tangan Airin Rachmi Diany dan kuajak ke lain kamar yang masih bersih. Awalnya Airin Rachmi Diany menolak namun ketika aku membisiki dengan kata kata cinta Airin Rachmi Diany barulah tersenyum senang.

    “Aku akan memberikan kenikmatan sekali lagi pada Bu Airin Rachmi Dianysebelum aku tidur, kita pindah kamar saja” ajakku pada Airin Rachmi Dianyyang langsung tersenyum senang. Airin Rachmi Diany kemudian menggandengku keluar kamar dan menutup kamar itu. Aku diajaknya ke kamar yang biasa digunakan Airin Rachmi Dianydengan suaminya tidur dan bercinta.

    “Marilah Bu Airin Rachmi Diany .. aku akan melayani Bu Airin Rachmi Diany seperti seorang istri, kita akan bercinta dengan penuh cinta, aku akan selalu mengisi sisi ranjang Bu Airin Rachmi Diany yang kesepian, percayalah padaku.. aku akan selalu memuaskan Bu Airin Rachmi Diany” kataku untuk membangkitkan gairah Airin Rachmi Diany yang sering meletup letup sambil tanganku meremas pantat Airin Rachmi Diany dengan gemas

    “Ya Prastowo .. Bu Airin Rachmi Diany senang akan apa yang kauberikan .. isi Bu Airin Rachmi Diany yang kesepian ini karena suaminya Tb Chaeri Wardana (Wawan) kawin siri lagi diam-diam dengan perempuan CIna di Kapuk. Beri aku kenikmatan dengan kepuasan cintamu, jangan buat Bu Airin Rachmi Diany harus menunggumu .. “ kata Airin Rachmi Diany dengan sungguh sungguh.

    “Kasih uang saku donk .. “ kataku dengan tertawa

    “Oh itu .. nggak masalahlah … Bu Airin Rachmi Dianya akan beri berapapun kamu minta .. “ ucap Airin Rachmi Dianydengan memelukku erat

    “Bobok yuk .. “ ajakku dengan memeluknya

    “Oke Prastowo .. biarkan saja kontolmu di dalam tempek Bu Airin Rachmi Diany.. trim sekali lagi .. kamu memuaskan Bu Airin Rachmi Diany bak suami istri .. Bu Airin Rachmi Dianysangat puas sekali .. Bu Airin Rachmi Dianyakan kelonin kamu .. “ tutup Airin Rachmi Diany dengan memejamkan matanya.

    Aku menutup mataku mengatur nafasku, masih ada satu lagi, iparAirin Rachmi Diany bernama Ratu Atut Chosiyah Gubernur Banten cantik luar biasa itu yang harus aku setubuhi. Aku serasa tak kuat lagi. Namun aku mencoba bertahan saja......ah nikmat sekali jadi gigolo yang wartawan Satelit News Tangerang Selatan.

    Hari Prastowo, Satelit News

    BalasHapus
  6. (Pesan Kami untuk Bunda Christine Panjaitan di http://saran-rekonsiliasi.blogspot.com).

    Tante Christine Panjaitan itu ternyata sangat cerewet dan heboh banget ya? aku jumpa di UI saat ILUNI shooting buat Metro TV kemarin dulu. Terus ringkih dan kuyu pakai kaos warna hitam dongker. Kenapa ya seprtinya dia nggak ada semangat hidup deh sakit kanker ya?

    BalasHapus
  7. kpn Mba Bela mau wawancarai ka Christine Panjaitan ? salam kenal & salam hangat sampaikan untk kak Christine, sy penggemar baru nya. kerajingan nonton musik Kak Christine, she is beautiful and amazing voice, ...my favorite video "Jingga", "Eme ni Simbolon", Bukan Empat Mata Christine P, cantik & Melankolis Zona memori. she is the best ….

    BalasHapus
  8. Mesranya euy! Mbak Icha dan mas Ikang adalah artis terfavorit saya sejak SD, sumpah! yang lainnya lewaaaat...

    BalasHapus
  9. Diduga Berantas Korupsi hanya RETORIKA Belaka

    Catatan dari menonton Metro TV hari ini:

    Kini ada 12 INPRES untuk urusan Mafia Pajak Gaqyus Tambunan. Pendapat lugas dan cerdas disuarakan oleh Dr.Zaenal Arifin Muchtar dari UGM (Ketua PUKAT FH UGM) di Yogyakarta, dalam sebuah wawancara jarak jauh dan life. Menurutnya, komitmen dari Leader tidak ada atau diduga "tidak mampu", dengan pertimbangan kenyataan lain di lapangan yang tersaksikan masyarakat sebagai: (1 )tidak berani; (2) tidak tetap hati; dan (3) tidak mau.

    Kemampuan manajerial birokrat yang tak berkomitmen harus disegerakan untuk DIPANGKAS oleh Presiden RI. Kemampuan manajerial sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan cq Presiden RI yang intelektual berkelas Doktor harus mampu menggantikan mereka berdasarkan hasil pembobotan HR Scored Card berbasis Merit Based System.

    Menurut Dr. Rizal Ramli adalah bahwa Demokrasi Kriminal Indonesia terbajak sistem Politik dan Leadership lemah karena dugaan sang Leader yang tidak bersih (Metro Hari Ini, Pk 18.20)

    BalasHapus
  10. Hebat Keluarga Bunda & ayah Asuh kami ini. baca deh... nggak ada matinya!

    Fwd> "Musik, Film, Sastra, dan Linguistik"

    Banyak teman infotainment menanyakan kepada kami berdua, seperti apa sih macam atau bentuk manajemen keluarga kami? Maka... inilah salah satu jawaban ata pertanyaan tersebut diatas, bahwa dunia asli keluarga Ikang Fawzi dan Marissa Haque yang juga diisi oleh Isabella Fawzi & Chikita Fawzi adalah: (1) musik; (2) film; (3) sastra; dan (4) linguistik.

    Sumber: http://ikangfawzi-musik-medan.blogspot.com

    BalasHapus
  11. Ayo dong lagu lagu cinta bang Ikang Fawzi untuk istrinya Marissa haque dimunculkan di zona Memori. Katanya mereka berdua sedang menulis buku tuh tentang karya kreatif Bang Ikang. Salut dan ditunggu ya?

    BalasHapus
  12. Two Thumbs Up untuk Shahnaz Haque adikku terkasih:

    Selebrita
    23 April 2011

    SEBAGAI brand ambassador sebuah produk rumah tangga, Shahnaz Haque disibukkan dengan kegiatan mewawancarai banyak wanita hingga pelosok Tanah Air. Banyak bertemu sosok inspiratif, istri drummer Gilang Ramadhan itu mengaku jadi setop mengeluh. ”Sudah 91 wanita saya wawancarai. Mereka adalah sosok yang hebat dan inspiratif. Kebanyakan dari mereka tidak berpendidikan tinggi, namun mampu membawa perubahan pada lingkungannya. Melihat itu saya jadi setop mengeluh,” ujarnya, Kamis (21/4). (dtc-37)

    Sumber: http://komunikasi-ui-fisip.blogspot.com/

    BalasHapus
  13. Suara Rakyat di Infokorupsi.com
    Harapan publik agar Istana ikut campur menyelidiki rekening mencurigakan sejumlah perwira pupus sudah. Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bentukan SBY memutuskan tidak terlibat. "Masalah itu sudah ditangan Kapolri sendiri. Saya kira masalah intern. Saya kira kita tidak akan ikut campur masalah ini," ujar Kuntoro Mangkusubroto (Sumber: Suara Rakyat di Infokorupsi.com. Jakarta, 1 Juli 2010)

    Sumber:http:marissa-haque-islam.blogspot.com

    Kenapa Membiarkan Indonesia memiliki 'Nilai Tambah' pada Bidang Korupsi?: dalam Marissa Haque

    BalasHapus
  14. Ikang Fawzi & Marissa Haque lebih OK Christine Panjaitan ke laut ajah!

    BalasHapus
  15. Assalamu Alaikum WR. WB.
    Salam Kenal buat Keluarga Mba Isabel, kelurga yang sakinah, warahma mawaddah....

    BalasHapus
  16. salam kenal kak.. aku sangat senang ngelihat kakak, salam untuk om Ikang ya, dari si kecil hitam Siti...

    BalasHapus